Satpol PP Wonogiri Gencar Razia Rokok Bodong

Timlo.net – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonogiri getol melakukan razia rokok tanpa cukai atau rokok bodong. Tak hanya menggaruk sejumlah merek rokok ilegal, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap penjualnya sekaligus melakukan sosialisasi untuk memerangi rokok bodong.

“Razia rokok bodong ini sudah berjalan tiga minggu.Kemungkinan akan berakhir di akhir bulan Desember ini,” ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Wonogiri Waluyo, Selasa (3/12).

Menurut dia, kegiatan tersebut bersumber dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 65 juta. Anggaran itu setidaknya memprioritaskan tiga kegiatan diantaranya razia, sosialisasi dan pemasangan stiker di titik razia (warung atau toko).

“Target kegiatan kami ini sebanyak 87 desa/kelurahan di 15 kecamatan. Hingga akhir bulan anggaran itu terserap,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut pihaknya menggandeng instansi lainnya seperti Polres Wonogiri dan Bea Cukai. Sebelum dilakukan razia pihaknya terlebih dahulu melakukan pengumpulan informasi. Setelah valid barulah bergerak.

Selama ini kebanyakan yang menjual rokok bodong adalah warung-warung di daerah pinggiran yang berbatasan dengan wilayah kabupaten tetangga. Sedang, di Wonogiri sendiri tidak ditemukan pabrik rokok bodong. Rata-rata rokok tersebut berasal dari luar Wonogiri.

“Tim kita di lapangan membawa alat khusus, untuk meneliti keaslian pita cukai rokok. Sebenarnya, palsu atau tidak secara kasat mata dapat diketahui. Seperti letak pemasangan pita cukai pada kemasan dan juga dapat dilihat dari hologram pada pita cukai itu sendiri. Tapi kalau dilihat dengan alat itu nanti akan muncul sendiri oh ini palsu itu asli,” jelasnya.

Kegiatan razia rokok ilegal di wilayah Wonogiri (timlo.net/Tarmuji)

Rokok Bodong Banyak Diminati Masyarakat Tingkat Bawah

Kasatpol PP menyatakan, kenaikan harga rokok legal di pasaran memicu minat masyarakat terhadap rokok dengan pita cukai palsu atau rokok bodong. Daya beli masyarakat kebanyakan di wilayah pedesaan khususnya dinilai sangat lemah. Masyarakat pasti akan membeli rokok tanpa mempertimbangkan legalitasnya yang penting murah.

Dikatakan, rokok ilegal tersebut dijual dengan harga antara Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per bungkus. Umumnya kemasan rokok ilegal ini sangat mirip dengan rokok legal atau rokok yang resmi dan laku di pasaran. Hanya merek dan cukainya yang berbeda.

Penjualnya pun tidak dikenai sanksi. Sebab, mereka hanya menjualkan dan tidak tahu itu rokok ilegal atau legal apalagi nama sales dan pabriknya.

“Karena kita rutin razia, sampai ke desa-desa perbatasan setiap tahunnya, ya ada perubahan peredaran rokok bodong ini tidak begitu marak. Paling tiap warung hanya menjual beberapa bungkus saja,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Waluyo, pihaknya menyisir 87 desa/kelurah di 15 kecamatan di Wonogiri. Tak hanya kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo dan Gunung Kidul namun di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Ngadirojo juga disasar.

“Ada tujuh merek rokok bodong yang kami amankan diantaranya merek GLS, Rex, Mildboro, Li, 134, nuansa dan Newbrand. Barang itu kemudian disita oleh Bea Cukai sebagai barang bukti,” bebernya.

Kegiatan razia rokok ilegal di wilayah Wonogiri (timlo.net/Tarmuji)

Ajak Masyarakat Wonogiri Perangi Rokok Bodong

Satpol PP Kabupaten Wonogiri mengajak masyarakat untuk memerangi peredaran rokok ilegal di wilayahnya. Oleh sebab itu ,selain razia dan sosialisasi pihaknya juga memasang stiker di setiap warung-warung.

“Dengan pemasangan stiker itu kami berharap dapat dibaca oleh masyarakat luas dan dengan sendirinya muncul kesadaran menolak peredaran rokok bodong,” terang Kasatpol PP Kabupaten Wonogiri Waluyo.

Setiap stiker yang ditempel di warung-warung tersebut bertuliskan “Gempur Rokok Ilegal”. Gempur Rokok Ilegal sendiri merupakan program Bea Cukai yang sudah gencar dilakukan sejak awal 2019.

“Dengan Gempur Rokok Ilegal kita berharap terjadi peningkatan baik kesadaran, kepatuhan serta edukasi masyarakat tentang rokok ilegal. Nah, kalau peredaran rokok ilegal dapat ditekan akan berdampak pada optimalisasi negara dari bidang cukai,” tandasnya.  (adv)


Related Posts

loading...

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.