Wonogiri Juara 1 Tingkat Nasional Anugerah Pemda Inovatif

Wonogiri — Pemkab Wonogiri menyabet juara 1 tingkat nasional di ajang bergengsi Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif untuk ketegori kabupaten. Hal itu juga disebut sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Pemkab Wongiri yang berhasil membuat inovasi yang endingnya bermuara pada peningkatan daya saing dan kesejahteraaan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan.

“Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) adalah ukuran yang menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan seluruh potensi yang dimilikinya guna tercapainya kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri Haryono kepada awak media. di Wonogiri, Selasa (10/11).

Menurut Sekda Haryono, dengan memperoleh skor IDSD tertinggi, diartikan sebagai daerah yang berhasil secara optimal memanfaatkan segala potensi yang dimiliki sebagai upaya menciptakan daya saing dan kesejateraan yang tinggi dan berkelanjutan.

Haryono mengatakan, keberhasilan Pemkab Wonogiri memperoleh Juara I Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif skala nasional tak lepas dari komitmen Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Dimana, dalam menjalankan visinya membangun Wonogiri yang berdaya saing.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Joko Widodo secara virtual di Auditorium BJ Habibie Jakarta, hari ini, kepada Sekda  Wonogiri Haryono mewakili Plt Bupati Wonogiri.

Sementara itu, menurut Kepala Bappeda Litbang Wonogiri Heru Utomo, Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif  yang disandang Pemkab Wonogiri adalah untuk kedua kalinya, setelah 2019 lalu menyabet juara II dan tahun 2020 juara I nasional.

“Keberhasilan Wonogiri tersebut tidak lepas karena berbagai inovasi yang saat ini dikembangkan. Yaitu dalam tata kelola pendapatan dan belanja daerah melalui refocusing pada kegiatan belanja OPD yang kurang memberikan dampak bagi masyarakat, dan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik,” tuturnya.

Inovasi yang ditampilkan, terang Heru, seperti di bidang layanan perizinan, administrasi kependudukan, kesehatan baik di RSUD dan Puskesmas serta lahirnya “pengusaha pemula”  Wonogiri.

Heru menambahkan, ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan dari hasil pengukuran IDSD tersebut. Diantaranya, dimensi keuangan daerah, khususnya pendapatan asli daerah, dimensi stabilitas ekonomi, khususnya masalah investasi dan dimensi pendidikan, khususnya rasio jumlah sarjana dibanding dengan jumlah penduduk masih kecil.


Related Posts

loading...

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.