Semarang — Dengan masih vakumnya kompetisi sepak bola di Tanah Air, membuat klub meliburkan skuadnya. Para pemain mendapat jatah libur dan sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.
Setiap liburnya kompetisi biasanya identik dengan aktivitas pertandingan sepak bola antar kampung (Tarkam), yang sering diputar di berbagai daerah. Tarkam juga menjadi sumber pemasukan bagi pemain, di saat kompetisi lowong seperti ini.
Striker PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto tak menampik sering mendapat undangan mengisi sejumlah kegiatan sepakbola semasa kompetisi dihentikan. Meski begitu, Hari Nur mengaku tak semua memenuhi tawaran tersebut.
“Kalau tawaran main tarkam, hanya mungkin sebagai guest star. Kadang saya ditawari, cuma tidak saya penuhi sih. Pilih-pilih juga. Kalau misalnya laga amal ya ikut,” tutur Hari Nur, Kamis (26/11).
Pemain yang sudah tujuh musim membela PSIS ini mengaku belum pernah mendapat tawaran bermain di ajang turnamen atau liga antar kampung alias tarkam. Meski sesekali pernah bermain dengan rekan-rekannya dalam fun football seperti Septian David Maulana.
“Selain sama anak dan istri di rumah, sekali saya juga kumpul dengan teman-teman sesama pesepakbola di Semarang,” tandas Hari Nur.