Solo — Sejumlah bank plat merah berlomba-lomba dongkrak pembiayaan properti pada tahun ini. Hal itu dikarenakan kebutuhan perumahan di wilayah Solo dan sekitarnya masih cukup tinggi.
“Tahun ini kita menargetkan pembiayaan perumahan hingga Rp 350 miliar, ” kata Kepala cabang BTN Solo, Deddy Armanto kepada wartawan, Selasa (12/2).
Target pembiayaan yang ditetapkan itu, menurutnya meningkat sekitar 30 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 278 Miliar.
Kenaikan target pembiayaan yang ditetapkan tersebut, lanjut dia, karena kebutuhan rumah di wilayah Solo dan sekitarnya terbilang cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Pasalnya, dari data yang tercatat kebutuhan masyarakat atas perumahan itu mampu mencapai sekitar dua ribu unit per tahun. Kebutuhan atas hunian itu tersebar diberbagai daerah, mulai dari Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Karanganyar.
“Karena alasan itu, target pembiayaan tahun ini kita naikan. Hanya saja persoalan selama ini, karena tingginya permintaan itu tak jarang para pengembang kwalahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu kondisi serupa juga dilakukan bank milik pemerintah lainnya. Kepala Cabang Pembantu BTN Syariah Solo, Rita Arifia Bagyaswati mengatakan, pada tahun ini telah menargetkan pembiayaan untuk sektor perumahan sekitar Rp 250 Miliar, atau naik 30 persen dari tahun sebelumnya yang hanya diangka Rp 185 Miliar.
“Dari realisasi tahun sebelumnya, pembiayaan untuk perumahan subsidi yang masih mendominasi. Karena itu, tahun ini target kita naikan,” tandasnya.
Editor : Wahyu Wibowo