Karanganyar — Seorang Calon Legislatif Caleg Partai Gerindra Dapil 1 Kabupaten Karanganyar, I Nyoman Sariana (40) dibekuk tim Resmob Polres Karanganyar karena diduga menjadi dalang penculikan terhadap Ridzky Zulfikar warga Karanganyar.
Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana mengatakan, modus penculikan berawal dari kasus hutang piutang sebesar Rp 23 juta antara korban Ridzky Zulfikar dengan tersangka lainnya berinisial HP (35) warga Kebumen Jawa Tengah.
Lantaran kesulitan saat akan menagih, tersangka HP meminta bantuan I Nyoman Sariana untuk menemukan korban di Karanganyar. Tak pelak tersangka I Nyoman Sariana pun beraksi menelepon korban dan berpura-pura akan menyewa mobil rental milik korban, sehingga korban pun mau bertemu di Taman Pancasila Karanganyar pada Jumat, 6 Desember lalu.
Tak berselang lama dari pertemuan korban dengan I Nyoman Sariana datang sebuah mobil Avansa dengan 5 tersangka yang kesemuanya warga Kebumen Jateng yakni HP, HP, AH, Ed dan EDI langsung turun dari mobil. Tanpa basa-basi tersangka Nyoman langsung perintahkan kelima tersangka menyeret korban masuk ke mobil Avansa dan dilarikan ke Pantai Petanahan Kebumen.
Oleh Tersangka , korban dipaksa telepon bapaknya untuk berikan uang tebusan sebesar Rp 28 juta dan jika tidak mau korban akan dibunuh.
“Korban akhirnya berjanji melunasi hutangnya jika dikembalikan ke Karanganyar,” jelas Kapolres.
Kapolres menambahkan para tersangka berhasil dibekuk di pos Polisi Jaten karena sebelumnya dijanjikan ayah korban akan dilunasi hutangnya di Pos Polisi tersebut.
Kapolres menambahkan selain membekuk tersangkajuga menyita beberapa barang bukti antara lain sebuah mobil Avanza warna Silver milik rental dengan Nopol B 1426 SFU, dua buah peluru senpi serta 8 buah HP berbagai merek, borgol dan serta Tablet. Kini semua tersangka dijerat dengan Pasal Primer 328 subsider Pasal 333 dan Pasal 351 KUHP tentang penculikan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.