Sragen — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sragen mendorong para bidan di Sragen yang membuka praktik mandiri untuk mengejar pendidikan profesi dengan melanjutkan studi kembali. Saat ini, di Sragen jumlah bidan yang mengantongi pendidikan profesi relatif masih sedikit.
Ketua IBI Kabupaten Sragen, E Tyas Damai Tatag Prabawanto mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk mengejar pendidikan profesi. Sesuai amanat Presiden dan Undang-undang Kebidanan No 4/2019, bahwa untuk bisa membuka praktik mandiri, seorang bidan wajib berpendidikan profesi.
Selain syarat praktik mandiri, pendidikan profesi juga penting untuk meningkatkan kompetensi bidan. Pasalnya ke depan tantangan tugas akan semakin berat.
“Kami juga tidak tinggal diam. Saat ini ada empat kelas yang sedang menempuh pendidikan. Kami terus mendampingi dan memang mendukung karena profesi bidan itu tanggungjawabnya berat. Karena menyangkut keselamatan ibu dan anak. Mereka dituntut kuat, cepat dan tepat dalam bertindak. Kalau enggak risikonya bisa kematian ibu atau bayinya,” terang Damai, saat Rakercab VII IBI Cabang Sragen di Pendopo Sumonegaran, Sragen, Selasa (27/9) –seperti dilansir laman jatengprov.go.id.
Dikatakan, saat ini hanya satu persen bidan di Sragen yang menyelesaikan pendidikan profesi. Sedangkan yang sudah meraih gelar sarjana baru 15 persen. Sisanya baru mendapat ijazah D3. Jumlah bidan yang tergabung di IBI saat ini tercatat 1.352 orang.